Respon Kekeringan, Lazismu Bojonegoro Hadirkan 10.000 liter air bersih untuk Warga Ngrandu
BojonegoroMu.com – Tiga bulan lebih tanpa air dari sumur membuat aktivitas keluarga Wiwik dan puluhan warga Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak lagi berjalan seperti biasanya. Untuk mandi, memasak, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga, mereka harus mencari sumber air lain.
Kondisi itu sedikit teratasi setelah 10.000 liter air bersih disalurkan Lazismu Bojonegoro bersama Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Desa Ngrandu, Rabu (7/10/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga RT 20, 21, 22, dan 23 dengan penerima manfaat sekitar 78 kepala keluarga (KK).

Kekeringan yang berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan membuat sejumlah sumur warga mengering. Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan hanya tentang sulitnya memperoleh air, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas sehari-hari.
Wiwik, salah satu penerima manfaat, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Air yang diterima setidaknya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya selama beberapa hari.
“Matur suwun sanget, Pak. Alhamdulillah persediaan air bersih untuk tiga sampai empat hari ke depan bisa terpenuhi. Saya, suami, dan dua anak kami merasa sangat terbantu. Sumur yang biasanya kami gunakan untuk mandi, memasak, dan mencuci sudah tiga bulan tidak ada airnya,” ujar Wiwik.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang dirasakan langsung oleh warga. Melalui perwakilan PRPM Desa Ngrandu, Rizki Nur Annas, masyarakat berharap penyaluran air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih terjadi.
Respons atas Kekeringan
Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, Sartono, menjelaskan bahwa bantuan air bersih merupakan salah satu program Lazismu untuk merespons kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
“Bantuan air bersih ini merupakan salah satu program Lazismu Bojonegoro untuk membantu masyarakat di musim kemarau. Semoga dengan bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujar Sartono.
Menurut Sartono, kehadiran Lazismu di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memastikan dana dan kepedulian yang dihimpun dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Kolaborasi bersama PRPM Desa Ngrandu juga menunjukkan pentingnya jejaring sosial di tingkat lokal untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga Ngrandu, bantuan 10.000 liter air tersebut memberikan ruang bernapas di tengah kondisi kekeringan. Namun, kebutuhan air bersih masih dapat berlanjut selama sumber-sumber air warga belum kembali normal.
Dukungan para donatur menjadi bagian penting agar gerakan bantuan air bersih dapat terus menjangkau wilayah terdampak lainnya. Setiap infak, sedekah, dan donasi yang dititipkan melalui Lazismu dapat dikonversi menjadi bantuan nyata bagi keluarga yang membutuhkan.
Mari bersama-sama menjaga agar kebaikan terus mengalir. Dukungan hari ini dapat menjadi air yang hadir di tengah keluarga yang sedang menunggu datangnya hujan.
Bagi warga Ngrandu, air berarti kehidupan. Bagi para donatur, berbagi air menjadi jalan menghadirkan manfaat dan keberkahan. (Ansorul Hakim)





