bojonegoromu.com

Kabar Baik Berkemajuan

Belajar membuat pupuk kompos bersama Dinas Lingkungan Hidup TPA
Pendidikan

Penuh Kreatifitas, Sampah Jadi Berkah

BojonegoroMu.com – 109 siswa siap belajar tentang pengolahan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari, Selasa (19/9/2023).

Proses membuat BBM menggunakan gas metana. Siswa semangat dan aktif bertanya
Proses membuat BBM menggunakan gas metana. Siswa semangat dan aktif bertanya

Sampah jadi berkah sebagai tema yang di angkut dalam kegiatan kelas Medhayoh di TPA Banjarsari oleh SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo). Kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang pengolahan sampah bagi peserta.

Tuhuk Mahmudayati S Pd memberikan untaian kata kepada instansi terkait akan rasa terima kasih sambutannya dan ilmunya. “Pahami apa saja pemanfaatan sampah yang bisa di terapkan untuk diri kita agar bisa memanfaatkan sampah dengan maksimal,”

Sesuatu yang dianggap kotor, ternyata bisa merubah sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Dengan kreatifitas tinggi bisa meningkatkan perekonomian.

“Harapan dari kegiatan ini, semoga anak-anak dapat lebih menghargai sampah dan juga mengurangi penggunaan sampah plastik” pungkas Ustadzah Ida, sapaan akrabnya.

Pembelajaran di lapangan diharapkan mampu memberikan pemahaman pemanfaatan sampah dan mampu menjaga lingkungan sekolah agar bersih dari sampah. “Terima kasih kami ucapkan kepada DLH TPA, telah memberikan kesempatan kepada SD Mudabo untuk belajar secara langsung dan semoga ilmu yang diterima bisa bermanfaat.” Sambungnya sekaligus penutup sambutan.

Olak-Alik Sampah

Kegiatan yang dibuka dengan lagu Indonesia Raya di sambut dengan antusias oleh instansi setempat. Sambutan hangat oleh Dra Sri Nurma Arifa MM memberikan sedikit pengertian akan manfaat sampah yang sudah dianggap tidak digunakan.

“Ternyata sampah-sampah yang kita buang setiap hari masih bisa dimanfaatkan lagi dan berguna untuk yang lain,”. Tutur dengan lembut kepada anak-anak.

Aktivitas penayangan video pengolahan di tampilkan. Memberikan pertanyaan pemantik saat di pemutaran cuplikan pendek itu. “Apa yang bisa dilakukan dengan sampah- sampah plastik ini?” Tanya kepada peserta.

“Sampah-sampah ini bisa di daur ulang.” Seru siswa dengan semangatnya. Ia menegaskan akan dilakukan pembentukan kelompok untuk mengikuti pengolahan sampah organik dan anorganik.

“Penjelasan akan proses pembusukan sampah organik dan hingga pembuatan pupuk kompos akan dijelaskan saat berkeliling nanti dengan pemandunya masing-masing.” Tutup sambutanya dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar bersama. Kelompok yang telah terbentuk akan memiliki pemandu masing-masing.

Pupuk kompos dengan kimia kandungannya sama bagusnya. Hanya saja lebih ramah lingkungan dan sehat pupuk kompos. Anak-anak juga tertarik akan pembuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari sampah plastik yang di bakar menggunakan gas metana. Proses selama kurang lebih 4 sampai 5 jam hingga menghasilkan BBM.

Kegiatan berakhir bertepatan dengan kegiatan sholat dzuhur berjamaah. Dan tak lupa foto bersama untuk mengenang apa yang pernah dilakukan.

Penulis: Lutfi Nur Hanafia

 

 

Please Share

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *