1.000 Porsi Bakso Gratis Semarakkan Milad ke-28 Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani
BojonegoroMu.com – Semangat menuntut ilmu dan berbagi kebaikan berpadu dalam peringatan Milad ke-28 Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani di Masjid At-Taqwa, Bojonegoro, Ahad (18/10/2026). Untuk menyemarakkan kegiatan tersebut, Lazismu Bojonegoro menyediakan 1.000 porsi bakso gratis bagi jamaah yang hadir.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menghidupkan semangat berbagi di tengah masyarakat. Ribuan jamaah memadati lokasi pengajian untuk mengikuti kajian Islam dan memperkuat persaudaraan.
Antusiasme jamaah yang tinggi membuat 1.000 porsi bakso yang disiapkan belum mencukupi seluruh peserta yang hadir. Meski demikian, kegiatan berbagi tersebut menjadi bagian dari semarak milad yang menghadirkan suasana kebersamaan dan kepedulian.
Bagi Lazismu Bojonegoro, berbagi makanan bukan sekadar menyediakan hidangan bagi jamaah. Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antarsesama, sejalan dengan semangat Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani, “Menebar Salam, Memperkokoh Persaudaraan.”
Melalui kegiatan ini, Lazismu berupaya menghadirkan praktik filantropi Islam yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kepedulian diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat kebersamaan.
Menghindari Fitnah dengan Memperkuat Iman
Selain kegiatan berbagi, Milad ke-28 Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani menghadirkan Ustaz Rifqi Jakfar Tholib dari Malang sebagai narasumber kajian Islam. Dalam ceramahnya, ia membahas strategi menghindari fitnah dengan memperkuat keimanan, menjaga ketakwaan, dan membangun lingkungan pergaulan yang baik.
Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan umat Islam untuk menjaga diri dari fitnah, yaitu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, meninggalkan lingkungan yang mendorong kemaksiatan, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain itu, umat Islam dianjurkan mendekatkan diri kepada ulama yang memiliki pemahaman agama yang mendalam dan istiqamah dalam membimbing umat, serta memperbanyak doa agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan petunjuk Allah SWT.
Pesan tersebut mengingatkan jamaah bahwa menghadapi fitnah tidak cukup hanya dengan menghindari pengaruh buruk dari luar. Setiap muslim juga perlu membangun keteguhan iman, memperbaiki perilaku, dan memilih lingkungan yang mendukung kebaikan.
Kajian ini melengkapi semarak milad dengan penguatan spiritual. Jamaah tidak hanya berkumpul untuk menuntut ilmu, tetapi juga diajak membawa nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagi, Menguatkan Persaudaraan
Peringatan Milad ke-28 ini menunjukkan bahwa pengajian dapat menjadi ruang yang menyatukan dakwah, pembelajaran agama, dan kepedulian sosial. Kajian Islam memperkuat pemahaman keagamaan, sementara kegiatan berbagi menumbuhkan semangat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Lazismu Bojonegoro berharap semangat berbagi terus tumbuh melalui dukungan para donatur, mitra, dan masyarakat. Partisipasi bersama memungkinkan lebih banyak kegiatan sosial dan kemanusiaan terlaksana serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mendorong umat untuk saling membantu dalam kebaikan. Setiap bentuk kepedulian, sekecil apa pun, dapat menjadi jalan memperkuat persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Seribu porsi bakso mungkin tidak mencukupi seluruh jamaah yang hadir, tetapi semangat berbagi yang tumbuh di dalamnya diharapkan terus meluas. Sebab, kekuatan sebuah gerakan kebaikan tidak hanya terletak pada jumlah yang diberikan, tetapi juga pada ketulusan dan keberlanjutan manfaatnya.
Melalui momentum Milad ke-28 Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani, Lazismu Bojonegoro mengajak masyarakat untuk terus menebar salam, memperkokoh persaudaraan, dan menghidupkan kepedulian sosial. (Ansorul Hakim)





