bojonegoromu.com

Kabar Baik Berkemajuan

Berita Umum

Pimpinan Qobilah dan Lulusan Jaya Melati I Harus Memahami AD/ART Hizbul Wathan

BOJONEGORO – Pimpinan Qobilah dan setiap lulusan Jaya Melati I (JM I) Hizbul Wathan (HW) harus mengetahui, memahami, dan mampu mengimplementasikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Hizbul Wathan sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi. Pemahaman terhadap AD/ART menjadi fondasi penting agar setiap gerakan dan program HW berjalan sesuai aturan organisasi.

Hal tersebut disampaikan Miftahul Huda, Pelatih Nasional Hizbul Wathan, saat menyampaikan materi pada Pelatihan Jaya Melati I yang diselenggarakan Kwartir Daerah Hizbul Wathan Bojonegoro di MIM 12 Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Senin (27/7/2026).

Menurut Miftahul Huda, seorang pimpinan qobilah tidak cukup hanya memiliki semangat dalam membina anggota. Lebih dari itu, ia harus memahami aturan organisasi agar setiap kebijakan, pembinaan, maupun kegiatan yang dilaksanakan memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan ketentuan Hizbul Wathan.

“AD/ART merupakan pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi. Setiap lulusan Jaya Melati I nantinya akan menjadi penggerak di qobilah masing-masing. Karena itu, mereka harus memahami isi AD/ART dengan baik agar mampu menjalankan amanah organisasi secara benar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa AD/ART tidak hanya berisi aturan organisasi, tetapi juga menjadi acuan dalam membangun tata kelola kepemimpinan, mekanisme pengambilan keputusan, hak dan kewajiban anggota, hingga arah pengembangan gerakan Hizbul Wathan.

Lebih lanjut, Miftahul Huda menyinggung berbagai fungsi dan manfaat AD/ART dalam kehidupan organisasi. Menurutnya, AD/ART berfungsi sebagai landasan hukum organisasi, pedoman kerja bagi pimpinan, alat menjaga ketertiban administrasi, serta menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan organisasi.

Selain itu, keberadaan AD/ART juga mampu menjaga kesinambungan gerakan sehingga pergantian kepemimpinan tidak mengubah arah perjuangan Hizbul Wathan. Dengan memahami AD/ART, setiap kader akan memiliki kesamaan visi, misi, serta cara berpikir dalam mengembangkan organisasi.

Ia berharap seluruh peserta Pelatihan Jaya Melati I tidak hanya memahami materi saat pelatihan berlangsung, tetapi juga terus mempelajari dan mengamalkan AD/ART setelah kembali ke qobilah masing-masing. Dengan demikian, para lulusan JM I diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, disiplin, serta mampu mengembangkan Hizbul Wathan secara tertib, profesional, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Fathurrahim Syuhadi

Please Share