bojonegoromu.com

Kabar Baik Berkemajuan

Berita Umum

PD Aisyiyah Bojonegoro Dorong Musyawarah Desa Inklusif bagi Perempuan dan Kelompok Rentan

BojonegoroMu.com – Tim Inklusi Pimpinan Daerah Aisyiyah  Bojonegoro menggelar Lokakarya Mendorong Musdes Inklusif (Perempuan dan Kelompok Rentan) di Kabupaten Bojonegoro dengan tema “Menguatkan Partisipasi Perempuan dan Kelompok Rentan melalui Musyawarah Desa Inklusif”. Kegitan ini bertempat di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kamis (7/5/2026). Hadir dalam pertemuan ini kepala desa, tenaga ahli pendamping desa tingkat kabupaten, pendamping desa, pendamping lokal desa, kader inklusi, PPDI, serta anggota BSA Disabilitas Desa Margomulyo dan Desa Panjang.

Menghadirkan narasumber dari BAPPEDA dan DP3AKB yaitu Ibu Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd dan Ibu Endah Setiyorini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya pelibatan perempuan dan kelompok rentan dalam perencanaan pembangunan desa, memahami kebijakan dan strategi partisipasi bermakna perempuan dan kelompok rentan melalui Musrenbangdes/Musyawarah Desa Inklusif atau Perempuan dan kelompok rentan serta mendorong penyelenggaraan Musyawarah Desa Inklusif (musydes khusus perempuan dan kelompok rentan).

“Lokakarya hari ini sangatlah penting untuk dibahas dan didiskusikan, kami berharap setelah pertemuan ini ada praktik baik yang dapat diterapkan di desa yaitu pelaksanaan Musdes Inklusif Perempuan dan Kelompok Rentan, dengan ini maka tujuan kesejahteraan dan penguatan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai.”, terang Ibu Nelly Asnifati selaku PWA Jawa Timur.

Dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bapak Agus Raharjo, S.E., M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa berdasarkan Kemendagri Tahun 2014 tentang Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa bahwa 40% unsur yang diundang dalam Musyawarah Desa itu merupakan perempuan dan kelompok rentan. Terkait dengan inovasi Musyawarah Desa Inklusif bagi perempuan dan kelompok rentan sangat diapresiasi karena bisa jadi dalam praktek dilapangan pada saat musyawarh desa berlangsung ada unsur – unsur yang tidak terwakilkan suaranya. Oleh karena itu musyawarah desa inklusif bagi perempuan dan kelompok rentan ini tentunya dapat mendukung Musyawarah Desa bisa berjalan lebih optimal dan menampung banyak aspirasi dari masyarakat.

Selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Ibu Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd (BAPPEDA) tentang Kebijakan dan Strategi Partisipasi Bermakna Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Musrenbangdes dan Musyawarah Desa Inklusif/Khusus Perempuan dan Kelompok Rentan dilanjutkan dengan Ibu Endah Setiyorini (DP3AKB) tentang Strategi Mainstreaming Isu-isu Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Desa yang dimoderatori oleh Bapak Muhammad Aris (DPMD). Kegiatan ditutup dengan  sesi tanya jawab dan foto bersama.

Please Share