bojonegoromu.com

Kabar Baik Berkemajuan

Kegiatan Nasyiatul Aisyiyah Kalitidu
Ortom

Perjalanan Terjal Nasyiah yang Berujung Bahagia

BojonegoroMu.com – Rabu 20 sya’ban 1446 H, bertepatan tanggal 18 Februari 2025 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Kecamatan Kalitidu menggandeng IBI (Ikatan Bidan Indonesia) ranting RSM Kalitidu melaksanakan acara rutin tahunan menjelang Ramadhan.

Kegiatan Nasyiatul Aisyiyah Kalitidu
Kegiatan Nasyiatul Aisyiyah Kalitidu

Sasaran kedua kegiatan Nasyiah peduli Nasyiah berbagi dalam tahun ini adalah Dsn Bacem ledok Ds Turi Kec Tambakrejo.
Tidak kalah seru dengan kegiatan pertama pekan lalu di Ds Badong Kecamatan Ngasem,
Rombongan Nasyiah terdiri dari 6 orang didampingi 2 ibunda Aisyiyah dan 2 bidan bersiap berangkat jam 08.00 WIB dari Kalitidu dengan 2 armada, 1 mobil penumpang dan 1 mobil pick up untuk mengangkut sembako.

Dari Kalitidu sampai Ds Turi perjalanan berjalan lancar, angin sepoi-sepoi mengiringi candaan ayunda nasyiah.
Mendekati Dusun Boti jalan mulai terjal, musim penghujan semakin memperburuk kondisi jalan banyak lubang dan medan jalan tidak rata. Medan yang naik turun dan belum dikenal baik membuat hati diliputi keresahan. Mobil luxio yang kami tumpangi mengeluarkan bau terbakar, yang ternyata kampas kopling. Tanpa berfikir panjang kami semangat mendorong mobil bersama – sama.

Butuh waktu lama untuk memperbaiki, sehingga kami putuskan untuk pindah ke mobil pick up pengangkut sembako. Setelah waktu tempuh 2 jam sampailah kami di tujuan, yaitu Musholla AL ISHLAH Dsn Bacem ledok RT 22 RW 06 Ds Turi Kec Tambakrejo.
Lokasi yang tidak bisa diakses langsung dengan mobil, mengharuskan kami turun 100 meter dari tujuan sehatusnya untuk melewati jembatan kayu yang sudah lapuk dan pematang sawah. Senyum bahagia ibu-ibu menyambut kedatangan kami, membuat lelah kami terbayar lunas berganti rasa bahagia penuh syukur atas nikmat yang kami terima selama ini.

Bapak Achmad ziady selaku pendiri dan imam di musholla Al Ishlah dalam kajian iftitah menyampaikan, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Dengan mata berkaca-kaca berbagi pengalaman ketika tahun 2021 pindah dari Nganjuk ke Dsn Bacem ledok ini, untuk beli nasi pecel saja harus menempuh perjalanan 17 Km.

Daerah yang dihuni 17 kepala keluarga ini jarang dikunjungi orang dan mendapat bantuan. Sumber penghasilannya dari pertanian, hasil mengolah lahan perhutani yang mereka sebut “Mbaon”. Makan nasi beras jarang-jarang, yang sering nasi jagung atau gaplek dengan lauk daun kates, atau daun-daunan yang tumbuh disekitar. Penjual belanja 3 hari sekali baru ada yang keliling, beliau mengakhiri ceritanya.

Santunan Peduli Dhuafa dan Yatim Piatu di hadiri oleh 30 orang gabungan dari warga Bacem ledok dan Boti, semua yang hadir mendapatkan 1 paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 2 liter minyak Goreng, 3 kg gula pasir dan 5 pak mie instan. Dalam sambutannya ayunda Dwi Reni selaku ketua PCNA Kalitidu menyampaikan semoga dalam silaturahmi kali ini, Allah berikan kebekahan pada majelis ini, karena keberkahan tidak harus banyak atau menunggu kaya dulu.

Dengan keberkahan Allah menjadikan tambah iman, tambah ilmu dan tambah amal. Sebelum pembagian sembako ada penyuluhan dari bidan ranting RSM kalitidu tentang swamedikasi penangan Hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah. Dan acara ditutup dengan doa yang dipandu ibunda Aisyiyah Ibu Hj. Siti Sutikhat. Dalam perjalanan pulang kami basah kuyub diguyur hujan, bahagia kami rasakan sepanjang perjalanan. Semoga Allah istiqomahkan kami dalam Berbagi kebaikan. (dRen’s)

Please Share

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *