bojonegoromu.com

Kabar Baik Berkemajuan

Pengurus PR IPM SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro dipotret oleh Ibu Ida Lestari, S.Pd.
Pendidikan

Pelantikan PR IPM SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro: Membangun Pelajar Berintegritas, Inovatif dan Bernalar Kritis

Oleh: Ferry Yudha Pratama, S.Pd., M.Pd., Gr.

BOJONEGORO — Membangun pelajar yang memiliki integritas, mampu berinovasi, dan bernalar kritis menjadi semangat utama Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 September 2026 ini mengusung tema Membangun Pelajar Berintegritas, Inovatif dan Bernalar Kritis.

Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk menerima amanah sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan. Dalam pelantikan tersebut, Ata Rais Nawas Waleefa, murid kelas 9B, didapuk sebagai nakhoda PR IPM SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro periode 2026/2027.

“Saya merasa senang sekaligus memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Amanah ini bukan hanya tentang memimpin teman-teman, tetapi juga bagaimana saya bisa menjadi contoh dan mengajak teman-teman untuk melakukan kegiatan yang positif.” Ungkap Ata di sela-sela kegiatan.

Pengurus PR IPM SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro dipotret oleh Ibu Ida Lestari, S.Pd.
Pengurus PR IPM SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro (dipotret oleh Ibu Ida Lestari, S.Pd.)

Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja sebagai ruang bagi para pengurus untuk merumuskan program yang relevan dengan kehidupan pelajar. Dalam hal ini, IPM tidak hanya menjadi wadah kegiatan siswa, tetapi juga ruang belajar kepemimpinan, kerja sama, pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan pengembangan gagasan.

Nilai integritas menjadi dasar penting dalam kepemimpinan pelajar. Melalui Bidang Perkaderan, siswa diarahkan untuk memahami amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, keteladanan, dan kerja sama. Nilai tersebut diperkuat melalui Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) yang mendorong dakwah melalui keteladanan, pembiasaan baik, kepedulian, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, organisasi menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar menyelaraskan apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.

Semangat inovatif diwujudkan melalui berbagai bidang yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkarya dan mengembangkan potensi. Bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga menjadi ruang pengembangan kreativitas, bakat, sportivitas, dan apresiasi terhadap seni budaya. Sementara Bidang Kewirausahaan dapat menjadi wadah belajar mengenai kreativitas ekonomi, kemandirian, kerja sama, dan keberanian mengembangkan gagasan. Inovasi bagi pelajar tidak selalu harus diwujudkan dalam sesuatu yang besar. Inovasi dapat dimulai dari kepekaan melihat persoalan di lingkungan sekolah dan keberanian menemukan cara-cara kreatif untuk mengatasinya.

Kemampuan bernalar kritis menjadi bagian penting dari arah gerak kepengurusan. Pelajar didorong untuk bertanya, mencari informasi, memeriksa alasan, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Semangat tersebut dapat dikembangkan melalui Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) dengan membangun tradisi membaca, berdiskusi, menulis, melakukan kajian, dan mengembangkan literasi.

Sementara Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik memberikan ruang bagi pelajar untuk memahami persoalan di lingkungan sekitar, menyampaikan aspirasi secara santun, berdialog, dan mencari solusi bersama. Dengan begitu, IPM tidak hanya mendorong siswa untuk berani berbicara, tetapi juga belajar mendengarkan, mengkaji, dan berpikir sebelum mengambil sikap.

Sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro dipotret oleh Ibu Ida Lestari, S.Pd.
Sambutan Kepala SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro (dipotret oleh Ibu Ida Lestari, S.Pd.)

Bidang Ipmawati menjadi ruang pengembangan potensi, wawasan, kreativitas, dan kepemimpinan pelajar putri. Keberadaan bidang ini melengkapi ruang pembelajaran organisasi agar setiap pelajar dapat berkembang sesuai potensi dan minatnya.

Pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan kepengurusan baru PR IPM SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Setelah menerima amanah, para pengurus dituntut mengubah gagasan menjadi program, program menjadi gerakan, dan gerakan menjadi budaya positif di sekolah.

Melalui rapat kerja, mereka belajar menyusun prioritas, membagi peran, menentukan target, mengelola sumber daya, serta melakukan evaluasi. Proses tersebut menjadi pengalaman nyata dalam belajar memimpin yang melengkapi pembelajaran di dalam kelas.

Bagi sekolah Muhammadiyah, pendidikan dan perkaderan merupakan bagian yang saling menguatkan. Melalui Perkaderan, Kajian Dakwah Islam, Pengkajian Ilmu Pengetahuan, Advokasi dan Kebijakan Publik, Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga, IPMAWATI, serta Kewirausahaan, PR IPM menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan karakter, pengetahuan, kreativitas, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, tema “Membangun Pelajar Berintegritas, Inovatif dan Bernalar Kritis” bukan sekadar tema pelantikan, tetapi menjadi arah gerak kepengurusan baru.

SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk belajar memimpin dan mengembangkan potensi diri. Melalui IPM, mereka mendapatkan pengalaman untuk bekerja sama, menyampaikan gagasan, mengambil tanggung jawab, dan menjalankan berbagai kegiatan. Proses tersebut diharapkan dapat membentuk pelajar yang berintegritas, inovatif, dan bernalar kritis, serta memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan.

Please Share